Category Archives: Cerita

Tentang pengalaman Coiners sehari-hari sehubungan dengan Coin A Chance! dan juga kejadian-kejadian di balik layar berkaitan dengan Coin A Chance!

Pindahan…

Benar. Saya bangga menjadi blogger. Bukannya apa-apa, dunia yang kata orang seringkali membuat manusia menjadi autistik dan anti-sosial ini, justru menunjukkan geliat yang sebaliknya.

Ketika saya dan Nia memulai gerakan Coin A Chance!, kami hanya punya niat. Itu saja. Sedikit-sedikit saya yang bisa nge-blog dan punya jaringan pertemanan dengan kawan-kawan blogger membuatkan blog resminya. Itu pun dengan layanan blog hosting gratisan (terima kasih, WordPress!). Nia yang punya jaringan pertemanan luas di Facebook dengan beberapa “orang penting” pun kemudian membantu mensosialisasikan gerakan ini melalui jaringan tersebut.

Kapasitas kami memang terbatas.

Tetapi, lihat, hanya dalam beberapa hari gerakan ini digulirkan, tiba-tiba saja kawan blogger menawarkan membuatkan banner. Seorang kawan lain menawarkan membuatkan grup di Facebook. Kawan lain menyebarkan email kepada kawan-kawannya mengenai gerakan ini. Kawan lain lagi memberikan foto-foto koin dan recehan, yang katanya bisa digunakan kapan saja dibutuhkan untuk membuat banner atau header, atau keperluan lainnya. Seorang kawan dari blog hosting lokal dagdigdug.com melakukan wawancara untuk menyebarluaskan gerakan ini. Kawan-kawan blogger membuat postingan di blog masing-masing, dan memasang banner. Seorang kawan jurnalis menulis mengenai blog ini di medianya. Kawan lain yang baru dikenal karena bergabung dengan gerakan ini menghimpun teman-teman di kantornya untuk mengumpulkan koin. Sebuah kedai kopi di Jogja mengatakan hendak menyediakan tempat cuma-cuma untuk digunakan mengumpulkan koin di daerah tersebut.

Sebuah gerakan adalah kerja kolektif. Setiap orang memberikan yang terbaik dari apa yang mereka miliki. Tidak ada yang punya andil lebih besar dari yang lain. Semua berkontribusi dengan apa yang mereka punya, dengan apa yang mereka bisa. Dan kontribusi itu sama berartinya.

Dan hari ini, secara resmi, kami mengucapkan terima kasih pada Dagdigdug dan RumahWeb yang menghadiahi kami ‘stoples’ baru dengan domain coinachance.com!

Ya, hari ini, kami resmi pindahan ke coinachance.com.

Mungkin masih banyak yang perlu dibenahi di sana, tetapi sambil jalan, akan kami lengkapi satu per satu. Silakan berkunjung ke sana, karena semua perkembangan terbaru akan kami informasikan melalui coinachance.com!

Sampai jumpa di ‘stoples’ baru!

Advertisements

27 Comments

Filed under Cerita, Updates

eps. 1 – Muko Menemukan Koin dalam Kotak Kartu Nama!

Mungkin kalian bertanya-tanya, siapa itu Muko?

cac-muko-11

Muko adalah salah satu suporter Coin A Chance! yang berkumis dan berbuntut, si kecil berbulu putih yang mengaku “macan” tapi sebenarnya pemalu dan berhati lembut (walau suasana hatinya gampang berubah-ubah alias moody).

Hari ini, lewat You Tube, Muko hendak menyebarluaskan gerakan Coin A Chance! pada kawan-kawan dan mengingatkan kalian untuk mencari koin uang logam di tempat-tempat tersembunyi, kemudian mendonasikannya lewat Coin A Chance! 😉

Videonya dapat dilihat di sini, juga melalui link di  Facebook Group Coin A Chance!

Happy weekend! 🙂

17 Comments

Filed under Cerita, Muko, Updates, Video

10 Koin

Sambil saya beres-beres pagi tadi, saya menemukan koin-koin di beberapa tempat. Mulai dari kantong celana jeans, dalam tas yang sudah lama tidak dipakai, termasuk di dalam laci tempat saya biasa menyimpan pernak-pernik aksesoris.

Dan sebelum saya keluar rumah, saya sudah menambahkan koin-koin yang berjumlah 10 keping tersebut (dengan pecahan yang berbeda-beda) ke dalam stoples saya.

Teman-teman bagaimana?  ^^

– Nia –

18 Comments

Filed under Cerita

Coin The Office!

Hari ini, Nia membawakan stoples kosong untuk diletakkan di meja tengah di kantor. Tujuannya? Mengajak teman-teman di kantor untuk ikut mendonasikan koin, dong! 😀

cac-kantor

Continue reading

5 Comments

Filed under Cerita

Recehan dan Masa Depan

Kami berdua sama-sama setuju, bahwa apa yang kami lakukan dapat diukur dari seberapa baiknya kami menyelesaikan pekerjaan itu, seberapapun kecilnya.  Dan hal tersebut bisa menjadi ukuran kemampuan seseorang… apapun latar belakang pendidikannya… kurang lebih begitu (language has never been my virtue and I’m not so good in expressing things, why do you think Hanny is always around me?).

Continue reading

19 Comments

Filed under Cerita

The Beginning

“Ni, lo suka ngumpulin koin, nggak?”

Itulah awal Coin A Chance! – ketika pada suatu hari, nyaris setahun yang lalu,  saya menunjukkan kaleng Winnie-The-Pooh saya kepada kawan saya, Nia. Kaleng berwarna biru muda itu telah hampir penuh terisi kepingan-kepingan uang logam 100, 200, 500, hingga 1000-an.

Continue reading

18 Comments

Filed under Cerita